search

Jumat, 20 November 2015

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PADA INDUSTRI FARMASI

Dalam postingan ini saya akan membahas Instalasi pengolahan air limbah pada industri farmasi. bagaimana proses pengolahan limbah industri farmasi supaya tidak mencemari lingkungan?




Industri farmasi adalah industri yang menghasilkan produk yang memiliki nilai terapetik bagi manusia dan hewan. Produk-produk tersebut antara lain: 
1.   Senyawa kimia dan produk botani yang digunakan dalam pengobatan,
2. Sediaan farmasi (tablet, kapsul, sirup, injeksi, salep, krim, infus, dll.),
3. Produk diagnostik in vitro dan in vivo,
4. Produk biologi seperti vaksin dan sera.
Proses dan kegiatan yang dilakukan industri farmasi sangat beragam, tergantung dari produk yang dihasilkan. Masing-masing industri farmasi tersebut menghasilkan limbah yang berlainan dengan karakteristik yang berlainan pula. Limbahnya mengandung senyawa organik dan anorganik yang toksik, kandungan BOD dan COD tinggi.
Sumber limbah industri farmasi berasal dari :
1.      Bekas cucian peralatan produksi, laboratorium, laundri dan rumah tangga.
2.      Kamar Mandi dan WC. 
3.      Bekas reagensia di Laboratorium. 
Sumber Pencemaran :
Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya sesuatu ke dalam air yg menyebabkan air tersebut menurun kualitasnya atau tidak sesuai dengan peruntukkannya.
Cara pengolahan Air Limbah Industri Farmasi
1.      Hal yang harus diperhatikan
a.       Kharakteristik Limbah
b.      Kemampuan Badan Air (assimilative capacity)
c.        Peraturan tentang Limbah yg Berlaku
2.      Prinsip pengolahan limbah
·      Pengolahan limbah primer
Tujuan : menghilangkan buangan yg tidak larut
Tahap : Screening, Canal Longitudinal, Oil Trap, Padatan tersuspensi
·      Pengolahan Limbah Sekunder
Tujuan : menghilangkan kontaminan lain (solid suspended, senyawa organik dan anorganik terlarut)
Tahap : koagulasi, flokulasi (dgn senyawa kimia mis. Al2O3, kaporit)
·      Pengolahan Limbah Tersier
Tujuan : menurunkan COD dan BOD menambah DO
Tahap : fisik (aerasi), biologis (bakteri aerop/active slugde)
                    Gambar 1.1 Proses pengolahan Limbah

Gambar 1.2 Lokasi Instalasi pengolahan air limbah

Gambar 1.3 Penjerat Oli

Gambar 1.4 Aerator & Proses aerasi

Gambar 1.5 Flokulasi & Flokulan

Gambar 1.6 Pasir penyaring & air siap ke saluran umum

Jadi skema nya adalah pertama, menetukan lokasi IPAL, kedua tempat penjerat oli, ketiga aerator & proses aerasi, kemudian flokulasi, dialirkan ke bak pasir penyaring kemudian air siap dialirkan ke saluran umum yang tidak mencemari lingkungan. 






Referensi : 
Priyambodo,Bambang. Manajemen Farmasi Industri. 2007. Yogyakarta